Belajar Tidak Mengenal Usia

Belajar Tidak Mengenal Usia
Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang untuk mencari informasi tentang sesuatu yang bersifat baru. Sehingga dari informasi yang didapat tersebut, informasi yang dimiliki seseorang akan bertambah. Tidak ada batasan waktu bagi seseorang untuk melakukan proses belajar, proses ini akan berlangsung pada seseorang sejak lahir hingga orang tersebut meninggal dunia.
Bekerja sambil kuliah bisa dibilang gampang-gampang susah. Bila tidak pintar mengatur,salah satu atau bahkan keduanya bisa berantakan. Kunci lancar bekerja sambil kuliah adalah kemampuan mengatur waktu, memilah kapan waktu untuk kerja atau kuliah, keluarga, termasuk belajar, dan benar-benar fokus melakukannya.
Naaah...untuk kita kaum muda dengan belajar inilah kita akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik pula, jangan sampai kita kalah dengan kaum pendahulu kita yang tetap semangat menempuh dunia pendidikan. Prinsip dari belajar itu sendiri adalah komitmen. Komitmen secara fisik, mental dan emosional. Komitmen secara emosional dengan menerapkan rasa “senang” dan “suka” dalam pelajaran sesulit apapun dan dalam segala keterbatasan (dana, waktu, dan tenaga).
Berikut pengalaman Bpk. E. Benny dan Bpk. Menasih mengenai suka duka mereka selama menempuh pendidikan Sarjana (S1) sambil tetap bekerja dan berkarya di PT. Gelora Aksara Pratama. Semoga pengalaman mereka dapat menginspirasi kita untuk terus belajar tanpa mengenal usia ataupun keterbatasan yang kita miliki.
Pengalaman Bpk. Emanuel Benny :
Belajar Tidak Mengenal Usia
Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada pimpinan PT. Gelora Aksara Pratama atas diberi kesempatan kepada saya untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti serta seluruh rekan-rekan sejawat yangtelah membantu dan memberikan motivasi kepada saya. Saya tidak akan pernah mampu membalas kebaikan tersebut, semoga Allah SWT yang akan membalasnya.
Awal kuliah
- Adaptasi di lingkungan kampus dengan para mahasiswa
Adaptasi dengan para mahasiswa yang mayoritas siswanya masih berusia muda bahkan seusia anak sendiri perlu strategi tersendiri. Tujuannya tentu agar dapat membaur dan interaksi sesama mahasiswa agar lebih akrab tanpa batasan usia,karena kami akan cukup lama interaksi dengan mereka. Tidak jarang beberapa mahasiswa yang berbeda kelas menganggap kami adalah salah satu dosen mereka. Sedikit perlu waktu untuk adaptasi tersebut.
- Adaptasi di lingkungan kampus dengan para Dosen pengajar.
Awal perkenalan dengan beberapa dosen pengajar, ada beberapa dosen yang tidak peduli dengan usia kami tetapi ada juga yang sedikit senyum-senyumkarena mahasiswanya lebih tua dari pengajarnya.Tetapi selama proses belajar mengajar para dosen berlaku professional terhadap para mahasiswa.
Saat Kuliah
Awal dimulainya pelajaran ada beberapa mata pelajaran yang cukup membuat kamikesulitan karena sudah cukup lama kami tidak mempelajari mata pelajaran tersebut sejak di SMK. Seperti kimia, matematika, dan beberapa mata kuliah umum lainnya. Tetapi dengan keseriusan kami saat perkuliahan hal tersebut menjadi bukan masalah bagi kami, terutama motivasi motivasi dari rekan rekan di kantor sungguh sangat membuat lebih bersemangat dalam belajar. Untuk mata pelajaran kejuruan tidak menjadi masalah bagi kami karena hal tersebut sering kami jumpai di pekerjaan kami.
Dalam akivitas pasti ada suka dan duka yang kami alami diantaranya
Suka :
- Kami banyak menambah pengetahuan yang sesuai dengan bidang kami terutama mengenai dasar keilmuan teknik grafika yang kami dapat di sekolah tinggi
- Belajar pengetahuan lain diluar bidang grafika yang lebih umum
- Brainstorming dengan para dosen mengenai kendala seputar Teknik grafika
- Brainstorming dengan para mahasiswa mengenai berbagai aspek
- Aktivitas kampus seperti seminar-seminar
- Lingkungan kampus yang berbeda dengan lingkungan kantor serta aktivitas yang berbeda membuat lebih refresh
Duka :
Sebenarnya tidak ada istilah duka bila sesuatunya kita kerjakan dengan ikhlas, hal sulit akan menjadi mudah dan hal yang tidak menyenangkan akan menjadi menyenangkan.Tergantung bagaimana seseorang menyikapi hal tersebut, saya lebih setuju bila duka diangggap tantangan. Tantangan yang di hadapi cukup banyak diantaranya :
- Managemen waktu ( Pekerjaan, kuliah, Keluarga)
- Faktor alam ( hujan, banjir )
- Resiko kecelakaan di jalan
- Kesehatan
Hal – hal yang berkesan :
- Pernah pulang ke rumah sampai pukul 02.30 karena kendaraan ( motor ) mogok akibat banjir
- 3 kali mengalami kecelakaan
Seluruh tantangan di atas perlu dihadapi dengan kemauan yang kuat dan semangat yang tinggi. Sampai pada acara wisuda tanggal 17 Desember 2013 seluruh tantangan di atas terbayar lunas dengan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan kami.
Pengalaman Bpk. Menasih :
JANGAN PERNAH MERASA LELAH UNTUK TERUS BELAJAR
Saya, Menasih lahir di Purworejo 5 Juni 1966. Berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Ayah saya seorang petani dan ibu adalah ibu rumah tangga biasa. Meski dengan kondisi ekonomi yang kekurangan saat itu tidak menyurutkan langkah untuk mendapatkan pendidikan hingga bisa menyelesaikan sekolah dasar hingga lulus SMA pada tahun 1986.
Pada tahun 1989, saya ke Jakarta untuk bekerja berbekal semangat untuk merubah nasib. Dan bersyukur kepada Tuhan, saya diterima di PT. Penerbit Erlangga sebagai staf gudang oleh Bapak Gunawan Hutauruk dan Bp. Dominggus, yang rencananya untuk cabang Semarang.
Perusahaan semakin berkembang baik di PT. Erlangga maupun PT. Gelora Aksara Pratama, sehingga pada tahun 1990 Bapak Gunawan menawarkan pilihan kepada saya untuk tetap di PT Erlangga sebagai staf gudang atau pindah ke PT Gelora Aksara Pratama sebagai staf data plate di Bagian Pracetak, dan saya memilih yang kedua yaitu di Percetakan. Alasan saya saat itu adalah untuk mendapatkan ilmu baru mengenai dunia percetakan.
Tahun 1995 saya kembali pindah ke PT Erlangga mendapatkan Ilmu baru yaitu masuk ke Bagian Setting di bawah pimpinan pak Samino sebagai kepala bagian Setting dan Pak Kurnia Hadiyana sebagai kepala Produksi. Perusahaan berkembang terus dan akhirnya membeli mesin CtF dan CtP, yang merupakan teknologi baru dalam print Film dan print Plate secara computerize yang sebelumnya menggunakan manual yang akhirnya sampai saat ini kita memiliki 5 unit mesin CtP.
Tidak ada kata lelah untuk terus menimba ilmu, hingga pada tahun 2009 saya mendapatkan impian saya yaitu mendapatkan kesempatan emas dari perusahaan untuk melanjutkan kuliah ke Sekokah Tinggi Media Komunikasi Trisakti dengan mengambil jurusan Ilmu Grafika sesuai dengan pekerjaan yang saya tekuni selama ini. Meskipun awalnya sempat membuat saya khawatir gagal dan membuat kecewa manajemen dan banyak orang, namun karena semangat dan keinginan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri yang kuat maka saya berusaha dan berjuang agar bisa berhasil dan memenuhi harapan manajemen.
Keinginan yang kuat untuk terus mau belajar saya berhasil melalui dengan baik hingga pada beberapa semester saya mendapatkan beasiswa dengan nilai tertinggi. Hingga di penghujung tahun 2013 saya lulus dengan nilai memuaskan IPK 3,56 dan dengan predikat memuaskan.
Kunci keberhasilan yang saya lakukan adalah :
- Banyak membaca dari berbagai sumber mengenai pelajaran yang diberikan.
- Mempelajari kembali apa yang saya dapatkan di tempat kuliah dan langsung saya praktekkan di tempat kerja.
- Membuat jadwal antara bekerja, belajar dan kuliah.
- Selalu berpikir positif terhadap setiap kejadian .
- Bekerja keras, tekun, fokus, ulet, rajin, dan jujur.
Selama mengikuti kuliah banyak sekali hambatan yang muncul dan banyak suka duka.
Duka :
- Setelah bekerja hingga sore kadang-kadang sudah merasa lelah, belum lagi jika ada masalah atau kesalahan kerja bisa membuat kita patah semangat.
- Cuaca hujan dan macet, dengan menggunakan kendaraan bermotor harus melawan dinginnya air dan angin.
- Resiko kecelakaan karena padatnya lalulintas
Suka :
- Mendapatkan teman dan lingkungan baru.
- Mendapatkan ilmu baru.
- Meningkatkan kepercayaan diri.
Pengalaman dan Ilmu pengetahuan adalah bekal untuk bisa mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri. Tidak ada kata cukup untuk selalu mendapatkan yang terbaik bagi diri, lingkungan kerja dan keluarga.
Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada :
- Bapak Gunawan Hutauruk yang sudah memberikan kesempatan kerja pertama kali sehingga saya bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman kerja.
- Ibu Rita Hutauruk yang sudah memberikan motivasi dan semangat serta kesempatan bekerja dan belajar selama di PT Gelora Aksara Pratama.
- Ibu Sarah Hutauruk yang sudah mendorong dan memberikan kepercayaan untuk kesempatan belajar dan mengembangkan diri.
- Bapak Dominggus, Pak Kurnia dan Pak Cahyo yang sudah memberikan kesempatan bekerja dan belajar.
- Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, sehingga saya bisa menyelesaikan kuliah dengan lancar.



